Tentang Kesetiaan
"Kesetiaan bukanlah diukur seberapa lama engkau bersamanya ... namun kesetiaan diukur dari cinta yang tak terhingga ukurannya"
Setia ... apa dibenak anda tentang setia, apakah setia itu cinta sampai mati , ataukah setia itu selalu bersamanya tak kenal ruang dan waktu. Boleh saja jika pendapat anda seperti itu, tidak ada undang-undang yang melarangnya. :D
Setia adalah keinginan dari semua orang kepada kekasihnya, karena kesetiaan itu pertanda bahwa hanyalah dia satu-satunya yang kita miliki dan hanyalah kita satu-satunya yang dimilikinya, setia tak dapat diminta, atau hanya diucapkan dengan kata-kata. Setia adalah sebuah realitas cinta yang nyata, kekuatan cinta, kasih dan dan sayang tanpa batas. Setia adalah hasil dari kebenaran cinta, kejujuran hati dan ketulusan kasih.
Apakah bisa dikatakan setia orang yang selalu cinta kepada kekasihnya karena kecantikannya atau karena ketampanannya, apakah bisa dikatakan setia orang yang selalu cinta kepada kekasihnya karena hartanya atau apakah bisa dikatakan setia orang yang selalu cinta kepada kekasihnya karena keturunannya, jawabannya TIDAK!!! itu bukan kesetiaan, itu keinginan diri, bukan keinginan dan kejujuran cinta.
Sejatinya, cinta yang sejati adalah dua ruh yang menyatu, bukan dua raga yang menyatu. Karena kesejatian cinta tidak hanya diukur didunia saja melainkan sampai ke akhirat kelak, cinta yang mempunyai kesejatian tingkat tinggi adalah cinta yang menemui cinta sejati abadinya yaitu Allah.
kita tahu, ruh tidak akan selamanya melekat dengan raga, ruh akan lepas dari raga menuju yang punya, yaitu Allah. Oleh karena itu, orang yang saling mencintai dan mengasihi yang benar-benar mempunyai kesetiaan adalah yang dapat menyatukan ruh. Ruh yang menyatu, yang sudah kuat, ketika salah satu yang dikasihinya meninggal dunia, ia akan tetap yakin dengan cintanya jika suatu saat akan berjumpa kembali dan bersama-sama menemui Tuhan-nya dengan kebahagiaan yang tinggi.
Setia tidak akan dapat dirasakan jika cinta itu tak pernah disujudkan kepada sang pemberi cinta. Cinta tak akan setia jika cinta malah menjauhkan dari mengingat-Nya, cinta yang benar adalah cinta yang dapat menguatkan keimanan dan yang dapat memotivasi untuk berbuat kebajikan.
Cinta yang jujur adalah cinta yang saling menasihati, menasihati dalam kebenaran dan menasihati dalam kebajikan. Ingatlah, sejati adalah hasil dari sebuah cinta yang menanamkan nilai-nilai kasih sayang Tuhan, seperti cintanya nabi ibrahim kepada anaknya, cinta nabi nuh, cinta nabi-nabi lain dan cinta nabi muhammad saw kepada umatnya yang selalu terasa cinta sejatinya selamanya dihati orang-orang yang mencintainya. contohlah cinta itu, walaupun tidak sesempurna cinta mereka namun insyaAllah cinta sejati akan tercipta dihati sampai bahagia bertemu Ilahi.
"Cintailah sesuatu karena-Nya, agar cintamu ditunjukkan oleh-Nya selalu berada didalam cinta-Nya dan selalu berjalan mulus sesuai dengan jalan-Nya"
Ketika Cinta Enggan Bertasbih
Banyak sekali tragedi yang terjadi dari sebuah percintaan, ada cemburu, ada marah, ada selingkuhdll. Ada yang dilarang dalam konteks tertentu, ada yang boleh jika dilakukan tidak berlebihan, sepertimarah dan cemburu. Tragedi-tragedi seperti itulah yang terjadi.
Tidak hanya itu, untuk menguji seberapa jauhkesetiaan dari cinta, cinta selalu diberikan ujian dan cobaan sesuai dengan besarnya cinta dan kesetiaan yang dibangun. Semakin tinggi cintanya, semakin tinggi ujiannya. Semakin rendah cintanya, semakin kecil ujiannya. Ujian cinta inilah sebagai tolak ukur dari kesetiaan cinta, jika ujian-ujian bisa dilewati dengan kesabaran dan ketelatenan, maka kesetiaannya dan kelanggengannya akan meningkat. Sebaliknya pula, jika ujian-ujian cinta tak bisa dilewati bersama, maka akan mudah cinta itu menjadi semakin kecil.
Untuk dapat selalu melewati ujian-ujian cinta, cinta harus disertai dengan kesabaran. Namun kesabaran selalu ada batasnya, agar kesabaran tak ada batasnya .... sudah sepatutnya cinta harus bertasbih mengingat Tuhannya. Dengan selalu berdzikir atau mengingat Allah, Allah akan memberikan kekuatan yang dahsyat sekali bagi hatinya, disabarkan hatinya, dikuatkan keyakinannya, dikuatkan pula cintanya serta berbagai ujian dengan mudah dilewati. Sehingga kesetiaannya semakin bertambah.
Tetapi, apa yang terjadi ketika cinta enggan bertasbih ... Tentu saja cinta tak bisa bersabar lebih lama, cinta penuh prasangka dan cinta bisa menjadi bencana. Disinilah pentingnya dzikir untuk cinta. Cinta tidak akan setia jika cinta tidak pernah ingat kepada Tuhannya, cinta tidak akan menjadi besar jika lupa akan Tuhannya. Selalu ingatlah kepada Allah, bertasbihlah, ucapkan Asma-Nya yang indah, bersyukurlah ... secara otomatis ... cinta akan setia selamanya.... InsyaAllah ... :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar